Tidak lama lagi kita akan melaksanakan pilkada (pemilihan kepala daerah) baik untuk tingkat Propinsi ataupun kabupaten/kota madiya, banyak calon-calon yang telah mengkampanyekan diri kesana kemari, dah banyak janji2 yang telah dilontarkan.
Bagi kita masyarakat tentu sangat berharap mendapatkan pemimpin yang arif dan bijaksana dan memiliki aqidah yang benar, mantap dan sesuai dengan aqidah masyarakat minang kabau yg berfalsafah Adat basandi syara' syarak basandi kitabullah (ABS SBK), walau bagaimanapun penulis merasa kurang yakin kalaw yang menjadi pemimpin nantinya adalah orang paling sesuai diantara Calon yang ada, sedangkan cara memilihnya dengan melakukan pemilihan umum, yang mana suara semua orang sama, suara orang yang tidak tau dengan yang tau sama, suara seorang profesor lagi pakar politik dengan orang yang buta huruf lagi tidak tau politik sama.
secara akal tentu suara profesor akan jauh kalah dibanding dengan suara orang biasa yang sangat minim pendidikannya, karena memang di negeri kita yang tercinta ini orang bodoh masih menduduki ranting yang paling atas dalam kapasitas sedangkan profesor menduduki ranting paling bawah. tentu bisa dibayangkan gimana nantinya hasil pemilu ini, yang pasti bagi calon yang bisa mengambil hati rakyat dan melakukan kampanye dengan baik walaupun ia mungkin tidak ada apa2nya dibandingkan dengan calon yang lain, lebih banyak kekurangannya jika dibandingkan dengan yang lain, tapi dengan kemahirannya tadi dalam mengambil hati rakyat tentu dia akan memiliki peluang menjadi Pemimpin.
padahal jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran/ketidak stabilan terhadap amanah yang diembanya. jadi bagi anda-anda yang tau bagaimana kriteria seorang pemimpin yang lebih cocok untuk ranah minang ini, sebaiknya jangan terlampau fokus kepada terkenal atau tidaknya ia tapi perhatikanlah ia dengan seksama, anda tentu lebih tau dengan apa yang anda tau. dan ingat masa depan kita sebenarnya terletak pada kita, kalau salah kita dalam memilih pemimpin maka kita sendirilah yang akan merasakan dampaknya.
padahal jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran/ketidak stabilan terhadap amanah yang diembanya. jadi bagi anda-anda yang tau bagaimana kriteria seorang pemimpin yang lebih cocok untuk ranah minang ini, sebaiknya jangan terlampau fokus kepada terkenal atau tidaknya ia tapi perhatikanlah ia dengan seksama, anda tentu lebih tau dengan apa yang anda tau. dan ingat masa depan kita sebenarnya terletak pada kita, kalau salah kita dalam memilih pemimpin maka kita sendirilah yang akan merasakan dampaknya.